Web seminar Nasional

Prodi Perbankan Syariah STAI An-Nawawi Purworejo melaksanakan Web seminar Nasional dengan tema Peluang dan Tantangan Ekonomi dan Keuangan Islam di Era New Normal"


acara dilaksanakan pada hari Sabtu, 18 Juli 2020. Web seminar nasional ini mengundang Narasumber 1) Prof. Dr. H, Ahmad Rofiq, MA.  (Guru Besar UIN Walisongo Semarang), 2) Dr. H. Nur Kholis, S.Ag., S.E.I., M. Sh.Ec. (Pakar Ekonomi dan Keuangan Syariah UII Yogyakarta) untuk moderator Hajar Mukaromah SE, MSI.

Acara web seminar nasional ini dimulai dengan sambutan Kaprodi Perbankan Syariah Miftahur Rahman, SHI, MSI. beliau menyampaikan bahwa prodi perbankan syariah STAI An-Nawawi Purworejo merupakan prodi yang lahir pada tahun 2015 dan saat ini sudah terakreditasi oleh BAN-PT. prodi Perbankan Syariah juga sudah dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas yang mendukung pembelajaran dan praktik diantaranya sudah ada Lab Bank Mini, Prodi Perbankan syariah juga bekerja sama dengan lembaga-lembaga yang terkait. Untuk tenaga pendidik kita ambilkan dari Dosen-dosen yang profesional yang sesuai dengan keilmuanya dan praktisi Perbankan Syariah. Kurikulum di Prodi Perbankan syariah kita sudah menggunakan KKNI.

Beliau menambahkan Webinar Nasional Perbankan Syariah ini merupakan agenda yang ke-duakalinya yang diselenggarakan prodi Perbankan Syariah untuk yang pertama mengamil tema “Bagaimana Cara Memilih Bisnis Online yang Syariah”.

Acara dilanjutan dengan sambutan Ketua STAI An-Nawawi Purworejo Hj. Ashfa Khoirun Nisa’, MSI. beliau menyampaikan Webinar Nasional Perbankan Syariah ini merupakan agenda kegiatan yang diselenggarakan oleh  STAI An-Nawawi Purworejo yang ke VI (enam). Untuk itu, segenap civitas akademika Sekolah Tinggi Islam An-Nawawi mengucapkan terimaksih kepada Narasumber yang sudah berkenan menjadi pemateri pada acara webinar nasional perbankan syariah ini. Beliau menambahkan dengan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan kepercayaan kepada STAI An-Nawawi Purworejo untuk menyelenggarakan webinar nasional perbankan syariah ini.

Beliau juga menyampaikan bahwa dampak negatif pandemi memang tidak dapat dihindarkan, salah satunya angka konsumsi rumah tangga yang menjadi penopang perokonomian mengalami keguncangan. Jika ingin membuka usaha di tengah pandemi ini, maka kita tetap harus cerdas membaca peluang dan perlu menyesuaikan kembali rencana bisnis, seperti memanfaatkan digital marketing, penetrasi pasar milenial, mengikuti standar operasional, serta menaati protokol kesehatan. Untuk menopang permasalahan tersebut Maka dari itu kami STAIAn Nawawi melaksanakan webinar nasional Perbankan Syariah dengan tema “Peluang dan Tantangan Ekonomi dan Keuangan Islam di Era New Normal”. Berharap melalui webinar ini dapat memberikan manfaat dan berkontribusi terhadap pembangunan perekonomian dan keuangan Islam di Era New Normal. Beliau mengakhiri dengan membuka web seminar ini.

Acara web seminar nasional diawali oleh pemateri I Prof. Dr. H, Ahmad Rofiq, MA. Beliau menyampaikan bahwa Pandemi Covid-19 masih belum selesai, meniscayakan suatu tata baru kehidupan yang disebut era new normal. Kegiatan dan kehidupan harus tetap berjalan, demi keberlangsungan tatanan hidup manusia, masyarakat, berbangsa dam bernegara. Dampak Pandemi Covid-19 yang sempat memporakporandakan tatanan kehidupan, khususnya ekonomi, menuntut kesiapan dan kesigapan semua pihak, untuk merespon tantangan menjadi peluang.

Kegiatan ekonomi, tumbuhnya sector riil, menjadi kebutuhan usaha masyarakat, demi terpenuhinya kebutuhan dasar manusia yang tidak bisa ditunda.Tentu membutuhkan sinergi antara pemerintah sebagai pembuat kebijakan, kementerian BUMN dan Lembaga terkait lainnya, perbankan dan LKS lainnya, agar mampu menjadi pengungkit, motivator, dan fasilitatir bagi tumbuh kembangnya sector riil dan UMKM.

Kampus perlu secara optimal berpartisipasi menumbuhkan dan mengembangkan wirausahawan muda, agar tampil ke depan, sebagaimana anjuran Rasulullah saw, bahwa berdagang/ berusaha adalah pekerjaan terbaik.

Kemudian dilanjutkan pemateri kedua Dr. H. Nur Kholis, S.Ag., S.E.I., M. Sh.Ec., beliau menyampaikan Pandemi Covid-19 bisa menjadi peluang untuk ekonomi dan keuangan Syariah, khususnya dalam hal industry halal, karena produk-produk halal dianggap merupakan pilihan tepat untuk hidup secara sehat dan sesuai dengan protokol kesehatan masa pandemi. Ini juga sekaligus tantangan bagi pelaku bisnis, bagaimana mereka berkreasi dan berinovasi untuk memanfaatkan peluang tersebut. ➢ Protokol pada masa New Normal yang sekarang diganti dengan istilah AKB yang mengharuskan masyarakat beraktivitas dengan menerapkan hidup bersih dan sehat, mengkonsumsi makanan yang seimbang dan tentunya halal, menjadi peluang pengembangan industry halal karena protocol tersebut mendorong ketertarikan masyarakat terharap industri produk halal yang menjunjung tinggi nilai higienitas. Dalam konteks inilah peluang industri produk halal jika dikelola dan diupayakan dengan baik, justeru akan mendorong peningkatan industry halal dalam berbagai bidangnya. ➢ Pemasaran dan layanan transaksi secara online menjadi peluang sekaligus tantangan bagi industry halal.

Acara web seminar nasional diikuti oleh 217 peserta, acara web seminar diakhiri dengan bacaan tahmid dan foto bersama secara virtual.


Last Updated on Sunday, 19 July 2020 05:13  
Indonesian Arabic English


Banner
Banner
Banner
Banner
Banner