PENDAMPINGAN PDD FKPTAIS JAWA TENGAH

PENDAMPINGAN PDD FKPTAIS JAWA TENGAH

Dosen STAI An-Nawawi Purworejo mengikuti pendampingan pengisian DD (Deskripsi Diri) yang dilaksanakan atas inisiasi FKPTAIS (Forum Komunikasi Perguruan Tinggi Agama Islam Swasta). Acara dilaksanakan pada hari Senin, 15 Oktober 2018, acara dilaksanakan di Gedung Aula I UIN Walisongo Semarang, perwakilan dari STAI An-Nawawi diwakili oleh 6 dosen yang dinyatakan lulus sebagai peserta Serdos 2018.

Untuk pengisian DD (Deskripsi Diri) sebenarnya mudah tapi kadang para dosen sulit untuk menuliskannya. Prinsipnya adalah apa yang kita laksanakan bukan seharusnya apa yang kita laksanakan sebagai dosen, artinya antara dosen satu dengan yang lainnya pasti berbeda, kata Dr. Tantowi, M.Ag, selaku sekretaris FKPTAIS Jawa Tengah. Mudah-mudahan untuk asesor yang menilai DD Dosen PTAIS Jawa Tengah menilai semua dosen lulus sertifikasi, dan ketika ada kesalahan masih ada waktu untuk revisi, imbuh Tantowi. Tantowi menambahkan bahwa dalam pengisian DD jangan sampai kosong. Yang lainnya dalam pengisian DD adalah usaha kreatif dosen baik dengan media sosial atau yang lain. Salah satu usaha kreatif adalah membuat group baik WA maupun Facebook untuk mendiskusikan masalah akademik. Contoh lan adalah bahwa sebagai dosen selalu menjalankan tatap muka 14 kali selain UTS dan UAS. Memulai perkuliahan sesuai dengan waktunya dan pulang juga sesuai dengan waktunya. Presensi mahasiswa selalui dilakukan satu persatu. Contoh keteladanan adalah berpakaian dengan sopan, shalat secara berjama’ah, keterbukaan terhadap kritik guna kemajuan diri sendiri. Untuk pengisian target isinya adalah  renstra pribadi contohnya adalah untuk jangka waktu satu tahun harus bernidn, dua tahun kedepan mempunyai buku berNISBN dan tahun ketiga lulus serdos kemudian lulus S3. Peran terhadap institusi adalah sebagai panitia kegiatan, contohnya adalah tim pembuat borang akreditasi dan panitia lain yang sifatnya kegiatan yang dilaksanakan kampus.

Jumlah total peserta dosen PTAIS Jawa Tengah sejumlah 86 orang.

Acara diisi oleh Bapak Dr. H. Hasyim Muhammad, M.Ag. Beliau mengatakan bahwa untuk pengisian DD biasanya tidak ada masalah. Untuk pengisian DD sebenarnya bisa dilaksanakan dimanapun karena menggunakan system online, artinya tidak ada alasan bagi dosen untuk tidak bisa menggerjakan DD tersebut. Beliau menambahkan bahwa dalam pengesian DD sebenarnya adalah uraian apa yang dilaksanakan dosen, jadi untuk persepsional asesor juga tidak bisa menilai secara teoritis sesuai panduan penilaian yang ada. Secara normative bahwa pengisian DD tidak bisa dijelaskan secara mendetail. Contohnya adalah untuk penelitian yang sudah lebih dari dua tahun juga bisa dituliskan pada deskripsi diri. Untuk karya ilmiah/penelitian yang belum dipublis/dionlainkan jangan menjadi masalah, yang penting ada dan bisa dibuktikan. Alhamdulillah untuk tahun ini kuota lulus lebih banyak dari tahun kemarin bahkan 2 kali lipat, selamat ucap Hasyim. Pengisian DD jangan menjadi beban yang penting dikerjakan dan tepat waktu, teliti kembali jangan sampai kurang dari 150 kata, saran saya rata-rata 200 kata jangan lebih dari 250. Luangkan waktu untuk mengerjakan, ini adalah kesempatan emas, sebisa mungkin harus lulus. Jangan membuat kalimat yang asesor sulit memahami, tapi dengan kalimat yang sederhana dan mudah dipahami, intinya dalam penulisan DD adalah apa yang dosen lakukan bukan apa yang seharusnya dilakukan. Silahkan untuk mengeksplorasi kegiatan anda tapi dengan prinsip jujur,apa yang anda lakukan dengan mahasiswa, institusi, dosen lain dan masyarakat.

Untuk penulisan jangan sampai salah pastikan penulisan pada kolom pertanyaan pada DD, contoh pengabdian dituliskan pada kolom pengabdian, jangan sampai salah.  Setelah menulis Deskripsi Diri kemudian dikonsultasikan dengan dosen yang sudah lulus sertifikasi. Untuk permasalahan biasanya pada pengadian, yang seharusnya pengadian diisinya dengan hal lain.

Last Updated on Thursday, 18 October 2018 02:00  
Indonesian Arabic English


Banner
Banner
Banner
Banner
Banner